Membina Generasi Anti Bullying

Guru MTs Sunan Kalijogo Ngadri

Musyawarah Dewan Guru dan Kepala Madrasah dalam Menghadapi Maraknya Bullying di Dunia Pendidikan Di tengah meningkatnya berbagai persoalan sosial di lingkungan pendidikan, Madrasah Sunan Kalijogo Desa Ngadri mengambil langkah cepat dan strategis untuk memperkuat karakter serta keamanan peserta didik. Pada hari ini, Kepala Madrasah mengundang seluruh dewan guru untuk melaksanakan musyawarah khusus yang membahas fenomena maraknya tindakan bullying yang belakangan ini semakin sering terjadi di berbagai satuan pendidikan. Musyawarah dimulai dengan pemaparan Kepala Madrasah mengenai pentingnya sekolah menjadi zona aman, nyaman, dan penuh penghargaan, tempat setiap siswa dapat belajar tanpa rasa takut atau tekanan dari teman sebaya. Beliau menekankan bahwa bullying bukan hanya sekadar kenakalan anak, tetapi telah menjadi ancaman serius terhadap perkembangan mental, emosional, dan prestasi peserta didik. Dewan guru kemudian memberikan berbagai pandangan berdasarkan pengalaman di lapangan. Ada guru yang menyampaikan bahwa bentuk-bentuk bullying kini semakin beragam: mulai dari ejekan verbal, perundungan fisik, hingga cyberbullying di media sosial. Para guru sepakat bahwa pencegahan harus dilakukan melalui pendekatan yang holistik, tidak hanya dengan penegakan aturan tetapi juga pembinaan karakter, penguatan literasi digital, serta membangun komunikasi yang lebih dekat antara guru dan siswa. Dalam forum tersebut, diputuskan beberapa langkah strategis, di antaranya: Mengintensifkan layanan Bimbingan dan Konseling (BK) untuk pendampingan siswa dengan pendekatan persuasif dan humanis. Menyusun program pendidikan karakter yang lebih terstruktur melalui kegiatan kelas, upacara, dan kegiatan ekstrakurikuler. Memperketat pengawasan guru di area rawan serta meningkatkan kepekaan terhadap tanda-tanda awal terjadinya bullying. Membangun kerja sama dengan orang tua/wali untuk memastikan bahwa perilaku siswa baik di sekolah maupun di rumah sama-sama terpantau. Mengadakan sosialisasi anti-bullying melalui poster, media pembelajaran, dan seminar siswa. Musyawarah berlangsung hangat, penuh kepedulian, dan menegaskan bahwa seluruh civitas madrasah memiliki tanggung jawab moral dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan beradab. Kepala Madrasah menutup pertemuan dengan harapan bahwa hasil musyawarah ini bukan sekadar konsep, tetapi akan ditindaklanjuti secara nyata demi keselamatan dan masa depan peserta didik. Dengan komitmen bersama ini, Madrasah Sunan Kalijogo bertekad menjadi lembaga pendidikan yang menolak segala bentuk perundungan, sekaligus menjadi teladan dalam membangun generasi yang berakhlak mulia, santun, dan saling menghargai.

Home